Cari Blog Ini

Memuat...

Selasa, 19 April 2011

CARA MENGELUARKAN DAHAK PADA BAYI

Slem atau dahak yang menyangkut di tenggorokan bayi membuatnya tidak nyaman karena menghalangi nafas, membuat tangisannya jadi parau dan menyulitkannya menelan ASI. Terlebih bayi yang baru bisa menangis, belum bisa bicara dan menunjukkan sebelah mana yang sakit, tentu kita harus tahu dan segera bisa mengambil tindakan untuk mengurangi rasa sakitnya.
Berikut ini tips untuk mengecerkan dan mengeluarkan dahak pada si kecil.

Tips mengencerkan dahak:
1. Menjemur bayi di bawah sinar matahari pagi (kira-kira pukul 07.00 – 08.00) selama 10 menit.
Sesuaikan dengan tempat tinggal Anda, misalnya seperti saat sekarang ini di Qatar yang memasuki musim panas, tentu jam 07.00 udah terasa panas. 
2. Dengan cara lain, mengoleskan balsem bayi ke dada dan punggungnya. Atau, teteskan minyak kayu putih ke dalam baskom berisi air hangat, letakkan di dekat bayi agar terhirup uapnya.
3. Tetap memberi bayi ASI. Jika ia sudah mendapat makanan tambahan, berilah air putih hangat, sari buah atau sup/kaldu hangat. Pada intinya, mengkonsumsi banyak cairan merupakan terapi sederhana untuk mengencerkan dahak dan membersihkan tenggorokan.
4. Memberi bayi ramuan tradisional air jeruk nipis dicampur kecap atau madu, berikan 1 sendok teh, 3-4 kali sehari. Tapi berhati-hatilah, sebaiknya konsultasikan dengan dokter anak Anda.

Tips mengeluarkan dahak:
1. Setelah dahak diencerkan, tengkurapkan bayi di pangkuan Anda (posisi Anda duduk tegak, bersandar). Letakkan satu kaki Anda lebih tinggi dari kaki lainnya sehingga posisi tubuh bayi miring dengan bagian kepala lebih rendah. Tepuk-tepuk lembut punggung bayi. Dahak yang encer akan turun dan keluar dari tenggorokan.
2. Jika tidak dengan cara di atas, dahak yang tertelan bayi dapat keluar dengan sendirinya lewat feses (kotoran), air seni dan air ludah. Atau, keluar manakala bayi bersin dan muntah.

Dahak bening, kuning atau hijau.
Dahak (mucus) adalah cairan kental yang diproduksi oleh saluran nafas sebagai perlawanan tubuh dari masuknya “benda asing” berupa bakteri, virus atau penyebab alergi (debu, asap, udara dingin, dan lain-lain). Hal itu merupakan reaksi alamiah tubuh. Dahak yang “normal” berwarna jernih/bening, agak kental dan jumlahnya sedikit. Waspada bila warnanya berubah kuning atau hijau, karena merupakan pertanda terjadinya infeksi. Untuk mengobatinya, bawalah bayi ke dokter.

Semoga bermanfaat

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar